Minggu, 19 April 2015

The First War

Detak jantung ini berdetak kencang. Tangan penuh keringat. Mulut tak hentinya memanjatkan doa. Frontal 3GB ini mencoba kembali mengingat materi-materi yang mungkin akan diujiankan. Sampai saat kaki kurusku menginjak ruangan tempatku menguji otakku, aku masih tak percaya bahwa kini aku akan menghadapi ujian terakhirku di bangku SMA. *TheLieStory *hahaha

Hari penentuan tiba. Ini hari pertama dan aku siap untuk bertempur. Bahasa Indonesia dan Kimia. Mata pelajaran yang sama-sama bikin ngantuk. Jadi malas. Entah mengapa, walaupun aku sadar aku tengah berada disuasana ujian, aku tetap saja santai. Tanpa beban. Keep slow. Hahaha. Ayolah In, sadarlah. Ini UN. Semangatlah!! “IYAAA BAWEEL.”  *namparMukaSendiri.

Tiba sekolah, teman-teman udah pada kumpul kebo. Tau deh bahas apaan. Mendekat ah! Semuanya pada sibuk ngurusin strategi untuk bisa kerjasama dan mencari teman yang mungkin sepaket. Semua pada megang smartphone. Niat banget buat nyontek. Dan aku pun tak mau kalah. Meski dengan handphone communicater. Hahaha *payaah

07:30. Masuk kelas. Yaelaah. Suasananya sama aja. Pada ngatur strategi. Ku coba mendekat untuk bisa mendapat pengarahan sedikit. Siapatau, aku bisa dapat kuncijawaban. Hahaha. Dan benar saja. The BigMama lagi mengarahkan teman-teman lain cara mengetahui paket dan akan dikirimkan kuncinya. Ajaib. Tapi saying. Selama dijelaskan, aku gak ngerti-ngerti. Ini karena otakku memang bego atau karena dia jelasinnya kurang ajib yah? Pusing pala ayam. Yaudahlah. Aku pergi. Asik sendiri.
JREENGG… Sahabat gendutku dating. Menghampiriku lalu memberikan smartphone punya si Kebo. Kaget sih. Tapi senang juga. Akhirnya bisa juga dapat kunci jawaban nanti. Hahaha *ThanksKeboJelek. And this is it. Bel berbunyi. Dua pengawas masuk. Yang satu cantik yang satu sok cantik dan rada tua sih. Mukanya terlihat serem. Oh Tuhaan, ujian tahap satuku akan terlihat horror. *BRWH.
Mulai bertempur. Berdoa and 1 2 3 mulaii. Dalam 5menit aku selesai. Hahaha iya aku emang udah selesai. Mengisi biodata.
Ujian ini berjalan hikmat dan tenang. Sedikit terdengar bisikan, itu karena teman-teman pada sibuk nyari teman yg sepaket. Dan tinggallah aku sendiri duduk dongo gak tau mesti gimana cara liat paket. *RasainLoeIn. Tapi karena Tuhan mendengar pinta hamba-Nya yang lemah, maka dengan kekuatan jaringan dan Line, akhirnya aku mendapatkan kunci jawaban. Hahaha. Thanks God.
Ujian kali ini terasa lancer dan mudah atas kunci jawaban dan juga pertolongan Tuhan J


“pesan penulis. Jangan pernah sekali-kali cuek sama sesuatu yang memang sangat penting. Terutama sesuatu yg berhubungan dengan contekan dan siasat untuk mendapatkan kunci jawaban. ITU!!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar