Untuk yang kesekian kalinya, jari-jariku mulai tertarik untuk
beriringan mengetik dan menyulam kumpulan konsonan dan vocal sehingga menjadi
deretan kalimat yang nantinya bakal menyatu dan membentuk cerita. Cerita
tentang kehidupanku. Cerita yang gak mesti aku ceritakan sama teman-teman aku.
Hanya butuh Tuhan dan laptop ini. Itu lebih dari cukup. Oh ya, kabar dari mama
pun aku perlukan. Aku suka cengeng kalau udah ngebahas hal ini. Dan pastilah
kebanyakan orang diluar sanapun merasakan hal yang sama. Hanya satu hal yang
selalu aku rasain saat aku jauh sama mama. Kangen. Just it. Tapi itu perasaan
yang gak pernah aku ungkapkan langsung sama mama. Tak sekalipun.
Kadang aku suka merasa gak adil. Aku dengan mudahnya
mengatakan rindu pada teman-temanku, pada orang yang special. Sedang ke mama.
Oh ya ampun. Gak pernah. Miris banget. Setiap aku mencoba untuk mengatakan kata
itu, rasanya sulit banget guys. Saat kata kata itu akan keluar, sekejap mulutku
terhenti dengan sendirinya. Hatiku sesak. Paru-paruku tiba-tiba seperti gak
nerima udara dari luar. Mataku pun mulai memanas, bahkan terkadang air hangat
itu jatuh begitu saja. Iya, aku nangis. Aku payah. Baru juga mau
saying-sayangan sama mama yah malah kayak gini. Karena hal ini pula, aku jadi
suka mengganti topic pembicaraan. Gak peduli lagi cerita mama di telepon. Tapi
terkadang aku Cuma dengerin cerita mama. Diam. Dengerin suaranya. Bayangin aku
mendengar langsung ceritanya. Sambil melihat mimic wajah malaikatnya saat
berbicara. Ah air hangat itu mulai menghampiri. Shit!!
Bukan hal ini sebenarnya yang ingin aku ungkapkan. Aku ingin
menceritakan tentang keseharianku disini. Aku kesepian. Aku sendiri. Gak ada
teman bicara. Itulah kenapa, aku jadi sering bicara sendiri. Menertawakan hal
yang memang lucu. Tapi gak tau kenapa, paras mama langsung nongol. Sontak
membuat jari-jariku mengetik tentang perasaan ku sama mama. Gak semuanya.
Setidaknya ada. Dan itu sangat berarti buat aku.
Untuk mama. Maaf bila sebagai anak, aku terlalu pengecut
untuk mengatakan hal-hal seperti itu. Bahkan seumur hidup selama hamper 17tahun
kita bersama, aku gak pernah bilang saying sama mama. Gak pernah sama sekali.
Aku terlalu pengecut ma. Maaf. Mungkin ini yang dibilang cinta diam-diam.
Meskipun mama pun sebenarnya tau. Tapi yaudahlah. Dan aku punya julukan untuk
hal yang satu ini. Aku cinta diam-diam sama mama. Hahaha yayaya. Ini adalah
cinta diam-diam terbaik yang pernah ada. Hai mama. Aku cinta diam-diam sama
mama. I love u so much mom. More than my self. Mama urutan pertama dan terakhir
dihatiku.
Note :
For my silent love. Suatu hari akan aku ungkapkan dengan utuh
perasaanku. Saat ini aku tengah mengumpulkan tekad dan berusaha agar kelak pernyataan
perasaanku tidak gagal. Gak garing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar