Rabu, 06 Januari 2016

Tuan Cerewet II

Jauh sebelum kau menjadi partnerku, tuan Cerewet...Aku sungguh tidak menyangka bahwa hari yang sangat aku tunggu benar-benar menghampiriku dengan sukacita. Aku bingung harus bagaimana menyikapi hal ini. Rasa bahagiaku meletup-letup tanpa henti. Aku terus menatap layar handphone ku melihat nama yang tertera disana. Nyata kah ini? Dia kah itu? Dia kah orang yang ku harap itu? Kenapa bisa? Begitu banyak pertanyaan yang terlontar dari kepalaku. Mereka siap melompat menyerangku. bahagiaku tak terkira lagi untuk beberapa menit didepan layar handphoneku. Namanya menghipnotisku beberapa saat. Aku sungguh menikmati saat-saat seperti ini. Ini lebih menyenangkan dari mendapatkan tiket 5SOS. Percayalah! Saat itu, aku begitu bahagia. Terlihat sangat berlebihan. Karenamu. Salahkan dirimu.Inilah jawaban dari beberapa doaku yang ku panjatkan pada pemilik malam. Dia sepertinya begitu mengerti dengan kekagumanku terhadapmu. Dia tau bagaimana sikapku ketika aku tau kau tengah berada didekatku. Dia begitu mengertiku tuan cerewetku. Dan aku yakin inilah awal aku bisa mengenalmu dengan baik. Aku yakin itu. kau tau tuan, ini seperti ketiban duren di saat yang ku tunggu-tunggu. Dan kesempatan ini takkan ku lewatkan. Hanya saja aku ingin menikmati lebih lama melihat namamu di beranda invite ku.Hari-hari yang ku lewati semakin indah saja sejak kita menjadi teman. Wah, kita teman sekarang. Ini kebanggaan untuk diriku. Aku yakin ketika kau membaca tulisan dramatis ini kau akan mengklaimku sangat berlebihan. Bahkan bisa saja kau menjadi ilfeel denganku. Dan itu akan merusak nama baikku didepanmu. Oleh karena itu, tulisan dramatis ini takkan ku biarkan siapapun termasuk kau untuk membacanya, tuan. Akan ku sembunyikan sendiri kebahagiaanku di tempat teraman. Dengan kunci yang akan ku buang di semak-semak. Cari saja bila ingin. Aku hanya akan tertawa sambil membungkam mulutku dengan tangan kananku. Aku jamin takkan ada seorang pun tahu akan hal ini. Aku bisa jamin, karena aku telah membuat kesepakatan kepada Tuhan agar menjaga rahasiaku. Kau tau, Tuhan sangat bisa diandalkan. Begitu pun dengan semua rasa sedihku. Aku menyembunyikannya. It’s like a random. Just I and my God know it.Dan kau tau aku baru saja memberitahu mu salah satu rahasia terbesarku tuan cerewet. Ini semua salahmu tuan. Yah, ini salahmu. Kau membuatku terlalu bahagia hingga aku melupakan bahwa status kita hanya sebagai teman. Ah, aku ceroboh. Tapi sudahlah, I don’t care about it. I just happiness. Tuan cerewet. Terimakasih banyak. Karena mu kini, aku jadi menyukai drama korea seperti yang banyak tertera didalam laptop mu. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar