Jauh sebelum kau menjadi partnerku, tuan Cerewet...Aku sungguh tidak menyangka bahwa hari yang sangat aku tunggu
benar-benar menghampiriku dengan sukacita. Aku bingung harus bagaimana
menyikapi hal ini. Rasa bahagiaku meletup-letup tanpa henti. Aku terus menatap
layar handphone ku melihat nama yang tertera disana. Nyata kah ini? Dia kah
itu? Dia kah orang yang ku harap itu? Kenapa bisa? Begitu banyak pertanyaan
yang terlontar dari kepalaku. Mereka siap melompat menyerangku. bahagiaku tak
terkira lagi untuk beberapa menit didepan layar handphoneku. Namanya
menghipnotisku beberapa saat. Aku sungguh menikmati saat-saat seperti ini. Ini
lebih menyenangkan dari mendapatkan tiket 5SOS. Percayalah! Saat itu, aku
begitu bahagia. Terlihat sangat berlebihan. Karenamu. Salahkan dirimu.Inilah jawaban dari beberapa doaku yang ku panjatkan pada
pemilik malam. Dia sepertinya begitu mengerti dengan kekagumanku terhadapmu.
Dia tau bagaimana sikapku ketika aku tau kau tengah berada didekatku. Dia
begitu mengertiku tuan cerewetku. Dan aku yakin inilah awal aku bisa mengenalmu
dengan baik. Aku yakin itu. kau tau tuan, ini seperti ketiban duren di saat
yang ku tunggu-tunggu. Dan kesempatan ini takkan ku lewatkan. Hanya saja aku
ingin menikmati lebih lama melihat namamu di beranda invite ku.Hari-hari yang ku lewati semakin indah saja sejak kita
menjadi teman. Wah, kita teman sekarang. Ini kebanggaan untuk diriku. Aku yakin
ketika kau membaca tulisan dramatis ini kau akan mengklaimku sangat berlebihan.
Bahkan bisa saja kau menjadi ilfeel denganku. Dan itu akan merusak nama baikku
didepanmu. Oleh karena itu, tulisan dramatis ini takkan ku biarkan siapapun
termasuk kau untuk membacanya, tuan. Akan ku sembunyikan sendiri kebahagiaanku
di tempat teraman. Dengan kunci yang akan ku buang di semak-semak. Cari saja
bila ingin. Aku hanya akan tertawa sambil membungkam mulutku dengan tangan
kananku. Aku jamin takkan ada seorang pun tahu akan hal ini. Aku bisa jamin,
karena aku telah membuat kesepakatan kepada Tuhan agar menjaga rahasiaku. Kau
tau, Tuhan sangat bisa diandalkan. Begitu pun dengan semua rasa sedihku. Aku
menyembunyikannya. It’s like a random. Just I and my God know it.Dan kau tau aku baru saja memberitahu mu salah satu rahasia
terbesarku tuan cerewet. Ini semua salahmu tuan. Yah, ini salahmu. Kau
membuatku terlalu bahagia hingga aku melupakan bahwa status kita hanya sebagai
teman. Ah, aku ceroboh. Tapi sudahlah, I don’t care about it. I just happiness.
Tuan cerewet. Terimakasih banyak. Karena mu kini, aku jadi menyukai drama korea
seperti yang banyak tertera didalam laptop mu. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar